Akhiri Krisis Politik, Junta Myanmar Siap Duduk Satu Meja dengan Suu Kyi

Sedang memuat…

Demonstran membawa poster Aung San Suu Kyi menuntut tuntutannya.Foto/New York Times

Yangon – Panglima Militer Myanmar mengatakan junta terbuka untuk negosiasi dengan pemimpin terguling Aung San Suu Kyi untuk krisis yang dipicu oleh kudeta setelahnya persidangan di pengadilan yang dikelola junta telah berakhir.

“Setelah proses hukum secara hukum selesai, kami akan mempertimbangkan (negosiasi) berdasarkannya”, Kata Min Aung Hlaing dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Prancis 24Jumat (19/8/2022).

Suu Kyi (77) telah ditahan sejak para jenderal menggulingkan pemerintahannya dalam kudeta pada 1 Februari lalu, periode singkat demokrasi di negara Asia Tenggara itu.

Sejauh ini telah dipenjara selama 17 tahun karena tuduhan yang menurut kelompok hak asasi bermotivasi politik.

Suu Kyi Mengadapi Puruhan Tahun Levy Di Penjara Jika Dinyatakan Bersala Atas Sejumura Tuduhan Leing Yan Dear Lawang Di Pengadiran Junta Tertupu.

Bakajuga: Pengadiran Myanmar Berri Suu Kyi Tambahan Hukman Penjara 6 Tahun

Wartawan dilarang menghadiri persidangan, pengacaranya dibungkam untuk berbicara kepada media dan junta tidak memberikan indikasi kapan dia akan selesai.

Pada bulan Juli juru bicara junta mengatakan kepada AFP bahwa “bukan tidak mungkin” bahwa rezim akan berdialog dengan Kyi untuk menyelesaikan penyelesaian yang dipicu oleh perebutan kekuasaan tahun lalu.

“Kami tidak bisa mengatakan bahwa (negosiasi dengan Suu Kyi) tidak mungkin”, kata Zaw Min Tun kepada AFP saat itu.

Suu Kyi tetap menjadi sosok yang secara lokal karena penentangannya yang berani terhadap junta sebelumnya, meskipun reputatasi internasionalnya menderita setelah dia memenangkan pemilihan 2015 dan memerintah dalam kesepakatan pembagian kekuasaan dengan para jenderal.

Sumber: Sindonews

Baca:  Apa Itu Empty Sella Syndrome? Gejalanya Mulai dari Sakit Kepala hingga Sering Merasa Kelelahan

Leave a Reply

Your email address will not be published.