Lebih dari Separuh Pasien Covid-19 Tak Sadar Tertular Omicron

JawaPos.com – Orang yang kemungkinan sudah terinfeksi varian Omicron Covid-19, tidak sadar bahwa mereka tertular virus tersebut.

Peneliti Cedars-Sinai telah membuka JAMA Network.

“The Sumit Heart Institute, Institut Penelitian Penuaan Sehat untuk Studi Penuaan Sehat. Cedars SinaiJumat (19/8).

Menurut peneliti, deteksi dan pengujian akan menjadi kunci untuk menjaring pasien sebanyak-banyaknya.

Debandingkan Dengan Balian SARS-CoV-2 lainnya, gejala Omicron umumnya ringan seperti kelelahan, batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan atau piek. “Temuan penelitian kami menambah bukti bahwa infeksi yang tidak terdiagnosis dapat meningkatkan penularan virus”, kata seorang peneliti di Cedars-Sinai dan penulis pertama penelitian tersebut, Sandy Y. Joung, MHDS.

“Tingkat kesadaran infeksi yang rendah kemungkinannya berkontribusi pada penyebaran cepat Omicron”.

Metode Penerisian

Peneliti Mengidentifikasi 2.479 orang yang telah menyumbangkan sampel darah sewaktu-waktu sebelum atau setelah dimulinya geombang Omicron.

Hashir Pentian

Selanjutnya, peneliti mengundang peserta penelitian untuk memberikan memperbarui Status kesehatan melalui survei dan wawacara.Hanya 44 persen peserta penelitian dengan antibodi SARS-CoV-2 yang baru positif memiliki kesadaran terinfeksi virus.(56 persen) tidak mengetahui adanya infeksi Covid-19 baru-baru ini.

Dari peserta penelitian yang tidak sadar, hanya 10 persen yang melaporkan memiliki gejala baru-baru ini yang mereka kaitkan dengan flu biasa atau jenis infeksi lainnya. Selain meningkatkan kesadaran, infomasi ini dapat membantu orang mengelola risiko.

Editor: Estu Suliowati

Reporter: Marieska Harya Wildani


Sumber: Jawapos

Baca:  79.000 Kendaraan Terdaftar di Subsidi Tepat Pertamina - Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published.