Perkuat Daya Saing, Holding Danareksa Komitmen Siapkan Green Industrial Zone di Kawasan Industri

Bisnis.com, Jakarta – PT Danareksa bersama 6 anggota holding Danareksa lainnya dalam sub-klaster kawasan industri berkomitmen mewujudkan lingkungan industri yang modern, smart, dan green sesuai tata kelola atau ESG (Lingkungan, Masyarakat, Tata Kelola).

Keenam perusahaan anggota sub-klaster kawasan industri Holding Danareksa, antara lain PT Kawasan Industri Makassar (KIMA), PT Kawasan Industri Medan (KIM), PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), dan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP).

Direktur Utama PT Danareksa (Persero), Arisudono Soerono mengatakan, penanganan limbah merupakan bagian dari transformasi kawasan industri menuju kawasan yang cerdas, modern, dan hijau berdasarkan prinsip-prinsip ESG yang berkelanjutan.

“Kami berharap dengan menjadikan kawasan industri BUMN sebagai zona industri hijauakan memperkuat daya saing kawasan industri tersebut dalam menangkap peluang Investasi di Indonesia,” ujarnya, Jumat (19/12/2022).

Atas hal tersebut, guna memberi pemahaman tentang penanganan lingkungan yang rebih luas, Holding Danareksa menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) Bertema “Pengelolaan Limbah di Kawasan Industri”, Di Grand City Hall, Medan, Khamis (18/08/2022),

Kegiatan yang melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian BUMN, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, DLHK Kota Medan, dan DLHK Kabupaten Deli Serdang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kegiatan FGD menghadirkan sejumlah narasumber yang ahli dibidangnya、antara lain Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan、 Direktur Pengelolaan Limbah B3 Ditjen Pengelolaan Sampah Non-B3 B3 KLHK、Achmad Gunawan Widjaksono; Kepala Subdit Pemantauan dan Evaluasi Direktorat Penanganan Sampah Ditjen PSLB3 KLHK, Ari Sugasri; Direktur Operasi 1 PT Adhi Karya Tbk, A. Suko Widigdo; Kepala BSILHK, Badan Standardisasi Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ary Sudijanto; , serta Asisten Deputi Bidang Jasa dan Telekomunikasi dan Media Kementerian BUMN, YB.Priyatmo Hadi.

Baca:  BPOM Tambah Varian Vaksin Dengue

Direktur Investasi PT Danareksa, Chris Soemijantoro mengatakan kawasan industri dipersiapkan untuk mengidentifikasi jenis industri dan limbah yang dihasilkan sehingga dapat diidentifikasi fasilitas apa saja yang diperlukan untuk mengelola atau memanfaatkan limbah tersebut agar dapat irkumenjadiler.

“Dengan FGD ini diharapkan, pengelolaan limbah dan limbah yang diarahkan kepada paradigma bahwa limbah dan sampah merupakan daya yang dapat dikelola atau diolah menjadi produk inovatif (Dari limbah menjadi produk), sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi kawasan industri sebagai zona industri hijau,” terangnya.

Pengelolaan limbah di kawasan industri diatur dalam PP No.22/2021 tenang Penyelenggaraan dan Perlindungan Lingkungan Hidup (P3LH) sejak Februari 2021, mengantikan PP No.27/2012. (RPL).

Salah satu anggota hold Danareksa, PT SIER, melaporkan realisasi penerbitan rekomendasi RKL-RPL Rinci 2022 meningkat setara 162% dibandingkan tahun sebelumnya. Saya memiliki Kasi Genis Limba Industri Yang Dihacilkan,” ujarnya.

Menurutnya, limba perlu dipilah kembali agar dapat menghasilkan produk yang bermanfaat.

“I hold Danareksa selalu berkomitmen dan siap melakukan koordinasi optimal antar kawasan dalam menjawab tantangan ini,” kata tutup Chris.


Cek Berita dan Artikel yang lain di berita Google

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :


Konten Premium


Sumber: Bisniscom

Leave a Reply

Your email address will not be published.